Open Source of Bascom

Kumpulan KTI Kebidanan (Free Download)Kumpulan judul KTI (Free download)

Beberapa judul KTI Kebidanan yang dapat dijadikan sebagai referensi dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah yang dapat anda download secara gratis (Free) hanya dengan mengklik link yang telah kami sediakan.

Kumpulan KTI Kebidanan (Free Download)Kumpulan Teori Kesehatan  (Free download)

Beberapa Teori bidang kesehatan yang dapat dijadikan sebagai Landasan Teori, Kajian Pustaka ataupun bahan Makalah bagi khususnya mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan yang dapat di download secara gratis (Free) hanya dengan mengklik link yang telah kami sediakan.

Kumpulan KTI Kebidanan (Free Download)Kumpulan Leaflet Kesehatan  (Free download)

Beberapa Leaflet bidang kesehatan yang dapat dijadikan sebagai bahan tugas bagi khususnya mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan yang dapat di download secara gratis (Free) hanya dengan mengklik link yang telah kami sediakan.

Kumpulan KTI Kebidanan (Free Download)Kumpulan E-Book  (Free download)

Beberapa E-Book berbagai materi baisk itu berupa Ilmu Pengetahuan, Hiburan maupaun Artikel yang dapat di download secara gratis (Free) hanya dengan mengklik link yang telah kami sediakan.

Kumpulan KTI Kebidanan (Free Download)Kumpulan Asuhan Kebidanan  (Free download)

Beberapa Askeb yang dapat dijadikan sebagai bahan tugas bagi khususnya mahasiswa Kebidanan  yang dapat di download secara gratis (Free) hanya dengan mengklik link yang telah kami sediakan.

Kumpulan KTI Kebidanan (Free Download)Kumpulan Asuhan Keperawatan (Free download)

Beberapa Askep yang dapat dijadikan sebagai bahan tugas bagi khususnya mahasiswa Keperawatan yang dapat di download secara gratis (Free) hanya dengan mengklik link yang telah kami sediakan.

Kumpulan KTI Kebidanan (Free Download)Kumpulan SATPEL  (Free download)

Beberapa Satuan Penyuluhan  yang dapat dijadikan sebagai bahan tugas bagi khususnya mahasiswa Keperawatan yang dapat di download secara gratis (Free) hanya dengan mengklik link yang telah kami sediakan.

Update Judul KTI Kebidanan Terbaru

  1. ANALISA SENAM HAMIL PADA IBU HAMIL DI KELAS IBU DI POSYANDU 
  2. ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA IBU YANG MEMILIKI BALITA
  3. ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINDAKAN IBU DALAM PENCARIAN PENGOBATAN DAN PEMULIHAN PENYAKIT PNEUMONIA PADA BALITA
  4. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PIL KB PADA AKSEPTOR KB
  5. ANALISIS KEJADIAN CAMPAK PADA ANAK BALITA
  6. ANALISIS KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA
  7. ANALISIS PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK PADA AKSEPTOR KB
  8. ANALISIS PERBEDAAN BERAT BADAN SEBELUM DAN SESUDAH SETELAH MENGIKUTI KB SUNTIK
  9. CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA IBU NIFAS DI BPS WILAYAH KERJA 
  10. DETERMINAN IBU TIDAK MENIMBANGKAN BALITANYA DI POSYANDU
  11. DETERMINAN PEMANFAATAN TENAGA BIDAN DESA DALAM PERTOLONGAN PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  12. DETERMINAN PEMBERIAN KONSUMSI BUAH SEGAR PADA BALITA DI POSYANDU 
  13. EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI PREMATUR
  14. EFEKTIFITAS PIJAT PERINEUM TERHADAP RUPTUR PERINEUM
  15. EFEKTIVITAS METODE KANGURU MENGURANGI RASA NYERI PADA PENYUNTIKAN INTRA MUSKULER PADA BAYI BARU LAHIR DI RS*)
  16. EVALUASI PELAKSANAAN KUNJUNGAN NIFAS PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  17. EVALUASI PELAKSANAAN POS KESEHATAN DESA (POSKESDES) DI WILAYAH PUSKESMAS
  18. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI PADA ANAK BALITA
  19. FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEMILIH PENOLONG PERSALINAN
  20. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA-EKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI RS
  21. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEIKUTSERTAAN WANITA PASANGAN USIA SUBUR DALAM PENGGUNAAN KB IUD
  22. FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PENGETAHUAN REMAJA AWAL TENTANG PENDIDIKAN SEKS DI SMP
  23. FAKTOR PENYEBAB SUAMI MEMILIH ALAT KONTRASEPSI VASEKTOMI DAN TIDAK MEMILIH ALAT KONTRASEPSI VASEKTOMI (ANALISIS KUALITATIF)
  24. FAKTOR PENYEBAB SUAMI MEMILIH KONDOM DAN TIDAK MEMILIH KONDOM (ANALISIS KUALITATIF)
  25. FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS 
  26. FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (ISPA) PADA BALITA
  27. FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN APN OLEH BIDAN DI PUSKESMAS
  28. FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI DAN PASI PADA IBU YANG MEMPUNYAI BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  29. FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA
  30. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN OLEH DUKUN TERLATIH
  31. FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA ANEMIA PADA IBU HAMIL
  32. FAKTOR-FAKTOR ALASAN IBU MENGGANTI KONTRASEPSI PIL DENGAN KONTRASEPSI SUNTIK DI PUSKESMAS 
  33. FAKTOR-FAKTOR NON FISIK SULIT MAKAN PADA BALITA DI PAUD 
  34. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB GANGGUAN PEMBERIAN ASI PADA IBU DI DESA
  35. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA DI BAWAH 6 BULAN DI KELURAHAN 
  36. FAKTOR-FAKTOR RENDAHNYA CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL YANG KE-EMPAT (K4) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  37. FAKTOR-FAKTOR RENDAHNYA KUNJUNGAN BALITA DI POSYANDU
  38. FAKTOR-FAKTOR RENDAHNYA KUNJUNGAN IBU NIFAS DI PUSKESMAS 
  39. FAKTOR-FAKTOR RENDAHNYA PENGGUNAAN IMPLANT DI KELURAHAN 
  40. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS IMUNISASI DIFTERI PERTUSIS TETANUS (DPT) DAN CAMPAK 
  41. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DALAM MELAKUKAN HUBUNGAN SEKS PADA IBU HAMIL 
  42. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKTIVITAS SEKS REMAJA DI SMA
  43. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN LANSIA DALAM POSYANDU LANSIA DI DESA 
  44. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .
  45. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMP
  46. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI
  47. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI
  48. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA
  49. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG
  50. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN IKTERUS PADA NEONATUS DI RSUD
  51. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS DI RS
  52. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PRETERM DI RSU
  53. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RETENSIO PLASENTA PADA IBU BERSALIN DI BPS
  54. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI BPS 
  55. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTUS LAMA DI RS 
  56. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  57. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR
  58. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI 0-6 BULAN DI BPS 
  59. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA IBU NIFAS 
  60. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENURUNAN SEKSUAL PADA IBU MENOPAUSE DI DESA .
  61. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAN KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU 
  62. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI BAYI USIA 6-12 BULAN 
  63. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA SMK
  64. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN WANITA PRE MENOPAUSE DI DESA 
  65. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HUBUNGAN SEKS PASCA NIFAS DI DESA .
  66. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DINI PADA BAYI 6-24 BULAN
  67. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU MELAKUKAN PIJAT BAYI (ANALISA KUALITATIF)
  68. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU MEMBERIKAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI USIA KURANG DARI ENAM BULAN
  69. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU TIDAK MEMBERIKAN ASI EKSLUSIF KEPADA BAYINYA
  70. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKTIFAN KADER POSYANDU DALAM USAHA PERBAIKAN GIZI KELUARGA
  71. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMPLIKASI PERSALINAN USIA REMAJA DI PUSKESMAS .
  72. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT IBU TERHADAP PEMAKAIAN KONTRASEPSI IMPLANT DI DESA .
  73. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI KURANG DARI 6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  74. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAWATAN DIRI IBU PASCASALIN DI RUMAH SAKIT
  75. FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA AKSEPTOR IUD DI DESA 
  76. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA CAKUPAN AKSEPTOR BARU KELUARGA BERENCANA ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI PUSKESMAS
  77. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KEIKUTSERTAAN SUAMI MENJADI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA (KB) DI DESA
  78. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  79. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PRE MENSTRUAL SYNDROM (PMS) PADA WANITA USIA 25-35 TAHUN DI KAMPUNG 
  80. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDAK TERATURNYA SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA 
  81. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD
  82. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KURANGNYA AKSEPTOR KB KONDOM DI PUSKESMAS
  83. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA MASTITIS PADA IBU POSTPARTUM DI BPS
  84. GAMBARAN PERSYARATAN MINIMAL FASILITAS PELAYANAN AKDR DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS
  85. GAMBARAN MOBILISASI DINI PADA IBU POST PARTUM DENGAN TINDAKAN OPERASI SEKSIO SESAREA TERHADAP PENGELUARAN LOCHEA DAN PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA OPERASI DI RS
  86. GAMBARAN PENGETAHUAN AKSEPTOR NON METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG TENTANG METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI DESA
  87. GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB AKSEPTOR TIDAK MELANJUTKAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI RB
  88. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR KEPATUHAN IBU DALAM PELAKSANAAN IMUNISASI BCG BAYI DI DESA
  89. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DI POSYANDU 
  90. GAMBARAN AKSEPTOR KB AKDR DI KECAMATAN
  91. GAMBARAN AKSEPTOR KB METODE OPERATIF PRIA (MOP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  92. GAMBARAN AKTIVITAS SEKSUAL WANITA MENOPAUSE DI DESA
  93. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DEPOPROVERA DI DESA 
  94. GAMBARAN FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU MENYAPIH BAYINYA DI BAWAH USIA 1 TAHUN DI DESA 
  95. GAMBARAN FAKTOR RISIKO PENDERITA KANKER SERVIKS DI SENTRA PATOLOGI ANATOMI 
  96. GAMBARAN FAKTOR–FAKTOR PENYEBAB KEMATIAN BAYI DI PUSKESMAS
  97. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .
  98. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KETUBAN PECAH DINI DI RUANG KEBIDANAN 
  99. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA ROBEKAN PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI BPS .
  100. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB WANITA PUS TIDAK MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  101. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR WANITA PASANGAN USIA SUBUR TIDAK MENGGUNAKAN KONTRASEPSI TUBEKTOMI DI KELURAHAN
  102. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI KURANG DAN BURUK PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  103. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL PUSKESMAS 
  104. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERAT BADAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS 
  105. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A DI KELURAHAN
  106. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU MENYUSUI DALAM MEMBERIKAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERLALU DINI DI DESA
  107. GAMBARAN FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU TIDAK MENIMBANG BALITANYA
  108. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DISMENORE PADA MAHASISWA 
  109. GAMBARAN FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILISASI DINI PADA IBU PASCA SEKSIO SESAREA
  110. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI PADA BALITA DI DESA .X
  111. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS 
  112. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA TUBERKULOSIS PARU PADA ANAK DI POLI ANAK RSUD 
  113. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN WANITA USIA SUBUR TIDAK MENGGUNAKAN KONTRASEPSI TUBEKTOMI DI KELURAHAN .
  114. GAMBARAN HASIL DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA USIA 3-5 TAHUN DI PAUD 
  115. GAMBARAN IBU HAMIL YANG MENGALAMI ABORTUS DI RSU .
  116. GAMBARAN INDIKASI PERSALINAN SEKSIO SESAREA DI RUANG BERSALIN RSU
  117. GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) PADA AKSEPTOR INTRA UTERINE DEVICES (IUD) DI KELURAHAN 
  118. GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN EKSTRAKSI VAKUM DI RSUD
  119. GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN KEHAMILAN LEWAT WAKTU DI RUMAH BERSALIN 
  120. GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN PRE EKLAMPSI DAN EKLAMPSI DI RUANG KEBIDANAN 
  121. GAMBARAN KECEMASAN TERHADAP PERUBAHAN FISIK WANITA USIA 40-45 TAHUN DALAM MENGHADAPI PRA MENOPAUSE 
  122. GAMBARAN KEGIATAN KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  123. GAMBARAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .
  124. GAMBARAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA ANAK DIBAWAH TIGA TAHUN (BATITA) DI POSYANDU 
  125. GAMBARAN KENAIKAN BERAT BADAN AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) DI BPS
  126. GAMBARAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS
  127. GAMBARAN KUNJUNGAN IBU NIFAS 6 HARI DI RB .X
  128. GAMBARAN KUNJUNGAN LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .
  129. GAMBARAN PASANGAN USIA SUBUR YANG TIDAK MENGIKUTI KELUARGA BERENCANA DI KELURAHAN 
  130. GAMBARAN PELAKSANAAN 5T PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .
  131. GAMBARAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI OLEH BIDAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  132. GAMBARAN PELAKSANAAN KELAS IBU DI WILAYAH KERJA .
  133. GAMBARAN PELAKSANAAN PEMANTAUAN MASA NIFAS OLEH DUKUN DI DESA .
  134. GAMBARAN PELAKSANAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SISWI SDN .
  135. GAMBARAN PELAKSANAAN TEKNIK MENYUSUI PADA IBU MENYUSUI DI POSYANDU 
  136. GAMBARAN PEMBERIAN SALEP MATA PADA BAYI BARU LAHIR PADA BPS .
  137. GAMBARAN PEMROSESAN ALAT BEKAS PAKAI PADA PROSES PERSALINAN PADA BPS .
  138. GAMBARAN PENATALAKSANAAN 1 JAM PERTAMA BAYI BARU LAHIR NORMAL OLEH BIDAN 
  139. GAMBARAN PENATALAKSANAAN 6 JAM PERTAMA BAYI BARU LAHIR NORMAL OLEH BIDAN DI RUANG KEBIDANAN RS
  140. GAMBARAN PENATALAKSANAAN CARA MEMANDIKAN NEONATUS 0-7 HARI TERHADAP IBU NIFAS DI BPS .
  141. GAMBARAN PENATALAKSANAAN CARA MENYUSUI BAYI 0-6 BULAN OLEH IBU DI BPS .
  142. GAMBARAN PENATALAKSANAAN EFEK SAMPING KONTRASEPSI IUD OLEH BIDAN DI PUSKESMAS
  143. GAMBARAN PENATALAKSANAAN MANAJEMEN AKTIF KALA III DI BPS .
  144. GAMBARAN PENATALAKSANAAN MANAJEMEN AKTIF KALA III OLEH BIDAN 
  145. GAMBARAN PENATALAKSANAAN MANAJEMEN LAKTASI MASA NIFAS DINI OLEH PETUGAS KESEHATAN TERHADAP IBU-IBU POST PARTUM 
  146. GAMBARAN PENATALAKSANAAN PEMBERIAN ASI PADA IBU SEKSIO SESARIA DI RSU
  147. GAMBARAN PENATALAKSANAAN PEMBERIAN IMUNISASI BCG PADA BAYI DI POSYANDU
  148. GAMBARAN PENATALAKSANAAN PERAWATN BAYI PREMATUR OLEH TENAGA KESEHATAN DI RUANG ANAK RS
  149. GAMBARAN PENATALAKSANAAN PRE-OPERASI SEKSIO CAESAR DI RUANG BERSALIN
  150. GAMBARAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB ALAMIAH METODE KALENDER
  151. GAMBARAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB PRIA TENTANG MOP DI KELURAHAN .
  152. GAMBARAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK TENTANG EFEK SAMPING DEPO MEDROXYPROGESTERONE ASETAT (DMPA) DI RB
  153. GAMBARAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK TENTANG EFEK SAMPING DEPO MEDROXYPROGESTERONE ASETAT (DMPA) DI RB .
  154. GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG MANAJEMEN AKTIF KALA III DI RS
  155. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI IBU HAMIL DALAM PELAKSANAAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS
  156. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI IBU HAMIL DALAM PELAKSANAAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS .X
  157. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PRAKTEK PIJAT BAYI 0-6 BULAN OLEH IBU DI DESA .
  158. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
  159. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KEBUTUHAN NUTRISI DI DESA 
  160. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA 
  161. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DI DESA 
  162. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU
  163. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU YANG MEMPUNYAI ANAK MENDERITA TB PARU DI POLIKLINIK 
  164. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG KEHAMILAN PADA REMAJA 
  165. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG MENARCHE 
  166. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA TENTANG SEKS BEBAS DI SMA . 
  167. GAMBARAN PENGETAHUAN DUKUN TENTANG TUGAS DUKUN DALAM PERAWATAN PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .
  168. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BALITATENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DESA .
  169. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS .
  170. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KELAS IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  171. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KOMPLIKASI KEHAMILAN 
  172. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KUNJUNGAN NEONATAL DI BPS 
  173. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMBERIAN ASI DINI DI
  174. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERAWATAN PAYUDARA
  175. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERDARAHAN ANTEPARTUM DI RSUD 
  176. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG SENAM HAMIL
  177. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN
  178. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG EMESIS GRAVIDARUM DI RB .
  179. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG MANAJEMEN LAKTASI PADA PERIODE POSTNATAL DI RUMAH SAKIT 
  180. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT DI DESA .
  181. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA MASA NIFAS DI DESA .
  182. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG TEKNIK MENGEJAN YANG BENAR SAAT PERSALINAN
  183. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GANGGUAN MENSTRUASI KARENA EFEK SAMPING PEMAKAIAN KB SUNTIK DI PUSKESMAS 
  184. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR
  185. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH BERSALIN 
  186. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN MENTAL MENURUT SKALA YAUMIL MIMI PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI DESA 
  187. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN MOTORIK PADA BAYI 0-12 BULAN DI DESA .
  188. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU USIA 30-60 TAHUN TENTANG PAP SMEAR .
  189. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU YANG MEMILIKI BAYI 0-1 TAHUN TENTANG ISPA DI DESA .
  190. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU YANG MEMPUNYAI BAYI USIA 0-6 BULAN TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI
  191. GAMBARAN PENGETAHUAN MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI KELAS 1 DI SMP 
  192. GAMBARAN PENGETAHUAN PASANGAN INFERTIL TENTANG INFERTILITAS DI DESA 
  193. GAMBARAN PENGETAHUAN PEKERJA WANITA TENTANG ANEMIA
  194. GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KANKER PAYUDARA DI SMA 
  195. GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEBERSIHAN ALAT KELAMIN PADA SAAT MENSTRUASI DI DUSUN .
  196. GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG ABORSI DI SMA .
  197. GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG ABORSI DI SMU 
  198. GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL PADA SMU .
  199. GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA KELAS VI TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
  200. GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA SMA KELAS XI TENTANG HIV/AIDS DI SMA 
  201. GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA KLIMAKTERIUM TENTANG MENOPAUSE 
  202. GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA 25-30 TAHUN TENTANG PENTINGNYA KONSUMSI KALSIUM UNTUK MENCEGAH OSTEOPOROSIS DI DESA .
  203. GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN EKONOMI IBU YANG MEMILIKI BALITA DENGAN KEJADIAN DIARE DI PUSKESMAS 
  204. GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN BIDAN TENTANG PENANGANAN PERDARAHAN PASCA PERSALINAN
  205. GAMBARAN PENYAPIHAN ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .
  206. GAMBARAN PENYAPIHAN ANAK KURANG DARI 2 TAHUN DI DESA .
  207. GAMBARAN PENYEBAB IBU HAMIL TIDAK MELAKUKAN SENAM HAMIL DI LIHAT DARI FAKTOR USIA, PEKERJAAN DAN PARITAS DI BPS 
  208. GAMBARAN PENYEBAB RUPTUR PERINEUM SPONTAN PADA PERSALINAN NORMAL DI BPS
  209. GAMBARAN PERAN SERTA IBU BAYI DAN BALITA DALAM PEMANFAATAN POSYANDU DI DESA 
  210. GAMBARAN PERAN SERTA KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU
  211. GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM RUMAH TANGGA
  212. GAMBARAN PERILAKU IBU HAMIL TERHADAP PENTINGNYA ASUPAN ASAM FOLAT PADA MASA KEHAMILAN
  213. GAMBARAN PERILAKU IBU MENYUSUI TENTANG PEMBERIAN ASI PADA SATU HARI PERTAMA DI RB
  214. GAMBARAN PERILAKU ORANGTUA TERHADAP ANAK BALITA PENDERITA GIZI BURUK
  215. GAMBARAN PERILAKU SISWA TENTANG HUBUNGAN SEKS PRA-NIKAH
  216. GAMBARAN PERTOLONGAN PERSALINAN YANG DILAKUKAN OLEH DUKUN TIDAK TERLATIH DI WILAYAH PUSKESMAS 
  217. GAMBARAN POLA ASUH DAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA BALITA BAWAH GARIS MERAH (BGM)
  218. GAMBARAN POLA MAKAN IBU HAMIL DI BPS 
  219. GAMBARAN POSISI IBU BERSALIN TERHADAP PERCEPATAN INPARTU KALA II DI BPS 
  220. GAMBARAN PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK DI PUSKESMAS
  221. GAMBARAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA IBU POST SEKSIO SESAREA DI RKB RSU
  222. GAMBARAN PUSKESMAS MAMPU PELAYANAN OBSTETRI DAN NEONATAL EMERGENSI DASAR (PONED) DI PUSKESMAS 
  223. GAMBARAN RENDAHNYA CAKUPAN PENIMBANGAN BALITA DI POSYANDU .
  224. GAMBARAN SIKAP DAN TINDAKAN AKSEPTOR KB DALAM MENGATASI EFEK SAMPING ALAT KONTRASEPSI SUNTIKAN (INJECTABLES) DI BPS
  225. GAMBARAN TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM KPKIA PADA IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS
  226. GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PERSALINAN
  227. GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN SISWI KELAS VIII MENJELANG MENARCHE DI SMP
  228. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI SMA 
  229. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU YANG MEMPUNYAI BALITA MENGENAI POSYANDU 
  230. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG SENAM HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  231. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) DI PUSKESMAS
  232. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI CAMPAK
  233. HUBUNGAN ANTARA KEPUTIHAN DENGAN PERSONAL HIGIENE PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMU 
  234. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN
  235. HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI SECARA DINI DENGAN KEJADIAN OBSTIPASI PADA BAYI 0-6 BULAN DI DESA 
  236. HUBUNGAN PENGGUNAAN BUKU KIA DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KESEHATAN IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  237. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP BIDAN PRAKTEK SWASTA TENTANG RAWAT GABUNG
  238. HUBUNGAN USIA GESTASI DAN APGAR SKOR DENGAN KEMATIAN NEONATAL BERAT BADAN LAHIR RENDAH
  239. HUBUNGAN ANEMIA DAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK)PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS
  240. HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RS
  241. HUBUNGAN ANTARA KEPUTIHAN DENGAN PERSONAL HIGIENE PADA REMAJA PUTRI
  242. HUBUNGAN ANTARA PARITAS DAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PRETERM PADA IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT UMUM
  243. HUBUNGAN ANTARA PARITAS DAN RIWAYAT KURETASE DENGAN KEJADIAN RETENSIO PLASENTA PADA IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT UMUM
  244. HUBUNGAN ANTARA PARITAS DAN USIA IBU DENGAN PLASENTA PREVIA DI RSUD 
  245. HUBUNGAN ANTARA PARITAS DAN USIA IBU DENGAN PLASENTA PREVIA DI RS
  246. HUBUNGAN ANTARA PARITAS IBU HAMIL DENGAN KEPATUHAN DALAM MELAKUKAN IMUNISASI TT 
  247. HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI UMUR 0 – 6 BULAN DI PUSKESMAS
  248. HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI UMUR 0–6 BULAN
  249. HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN VAKSINASI BCG DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TB PADA ANAK USIA < 15 TAHUN 
  250. HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMPSI PADA IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT 
  251. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL DI PKM 
  252. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN .
  253. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KADER POSYANDU TENTANG PERAN DAN TUGAS DENGAN RENDAHNYA CAKUPAN IMUNISASI BAYI DI KAMPUNG 
  254. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KADER POSYANDU TENTANG PERAN DAN TUGAS DENGAN RENDAHNYA CAKUPAN IMUNISASI BAYI
  255. HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE DENGAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DAN XI DI SMA .
  256. HUBUNGAN ANTARA POST NATAL BREAST CARE DENGAN BENDUNGAN ASI
  257. HUBUNGAN ANTARA POST NATAL BREAST CARE DENGAN BENDUNGAN ASI DI BPS WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  258. HUBUNGAN ANTARA SISA PLASENTA DAN RIWAYAT PERDARAHAN POST PARTUM DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM PADA IBU NIFAS DI RS
  259. HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN MENARCHE PADA SISWI . 
  260. HUBUNGAN ANTARA STRES DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA WANITA ADOLESCENCE
  261. HUBUNGAN ANTARA STRES DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA WANITA ADOLESCENCE
  262. HUBUNGAN ANTARA SUAMI PEROKOK DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  263. HUBUNGAN ANTARA SUAMI PEROKOK DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)
  264. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN, UMUR DAN PARITAS IBU NIFAS DENGAN PELAKSANAAN KUNJUNGAN NIFAS 
  265. HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN PARITAS IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN ANTEPARTUM DI RS .X (
  266. HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DAN STATUS IMUNISASI DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI PUSKESMAS 
  267. HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN RUPTURE PERINEUM PERSALINAN NORMAL PADA PRIMIGRAVIDA DI BPS .
  268. HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR 
  269. HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN,TEMPAT TINGGAL, TEMAN SEBAYA DAN ORANG TUA DENGAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA PSIKOTOPRIKA ZAT ADIKTIF LAINNYA (NAPZA) PADA REMAJA DI SMA 
  270. HUBUNGAN HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSI-EKLAMSI PADA IBU HAMIL DI RS
  271. HUBUNGAN HIPERTENSI GESTASIONAL DENGAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RUANG KEBIDANAN 
  272. HUBUNGAN HIPERTENSI GESTASIONAL DENGAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
  273. HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP USIA MENARHE PADA SISWI SMP
  274. HUBUNGAN INDUKSI OKSITOSIN DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ATONIA UTERI PADA IBU BERSALIN YANG MENGALAMI PERDARAHAN POST PARTUM DI RS
  275. HUBUNGAN JARAK KEHAMILAN DAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET Fe DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL 
  276. HUBUNGAN JARAK KEHAMILAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RUMAH SAKIT UMUM 
  277. HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR
  278. HUBUNGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DENGAN KUNJUNGAN IBU BAYI DAN BALITA DI POSYANDU DI DESA
  279. HUBUNGAN KEBERADAAN ANGGOTA KELUARGA YANG MEROKOK DAN STATUS GIZI BALITA DENGAN KEJADIAN ISPA
  280. HUBUNGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DENGAN STATUS PEMBERIAN VITAMIN A DI POLIKLINIK ANAK RS
  281. HUBUNGAN KENAIKAN BERAT BADAN IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR
  282. HUBUNGAN LAMANYA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN DI KECAMATAN 
  283. HUBUNGAN LINGKAR LENGAN ATAS IBU HAMIL DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI PUSKESMAS
  284. HUBUNGAN LUKA JAHITAN PERINEUM TERHADAP HUBUNGAN SEKS PASCA NIFAS DI DESA .
  285. HUBUNGAN MOBILISASI DINI DENGAN PENGELUARAN LOCHEA PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  286. HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH ASKEB II PADA MAHASISWA SEMESTER II D III AKADEMI KEBIDANAN 
  287. HUBUNGAN PARITAS DAN ANEMIA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  288. HUBUNGAN PARTUS LAMA DAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA BAYI BARU LAHIR DI RS
  289. HUBUNGAN PELATIHAN DAN SIKAP BIDAN DALAM PERTOLONGAN PERSALINAN DENGAN KETRAMPILAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL DI PUSKESMAS 
  290. HUBUNGAN PEMBERIAN ASI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BAYI DI PUSKESMAS 
  291. HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI SECARA DINI DENGAN KEJADIAN OBSTIPASI PADA BAYI 0-6 BULAN
  292. HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP PERAN KADER DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN GIZI BALITA BGM DI PUSKESMAS
  293. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN INFORMASI TENTANG METODE KONTRASEPSI MANTAP PRIA TERHADAP PERAN SERTA SUAMI DALAM GERAKAN KB DI KELURAHAN ..
  294. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI KELAS X DAN XI DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) 
  295. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP AKSEPTOR KB AKTIF DENGAN PENGGUNAAN AKDR
  296. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TENTANG KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DENGAN STATUS GIZI BALITA 
  297. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BATITA DENGAN CAKUPAN IMUNISASI CAMPAK DI PUSKESMAS
  298. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PERILAKU KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI)
  299. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP KEIKUTSERTAAN DALAM KELAS IBU 
  300. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU POST PARTUM DENGAN INISIASI MENYUSU DINI DI RSUD 
  301. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU POST PARTUM TERHADAP PEMBERIAN KOLOSTRUM DI BPS
  302. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER TENTANG POSYANDU DENGAN PERAN SERTA KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  303. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG ANEMIA DENGAN KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  304. HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG MUAL MUNTAH PADA KEHAMIILAN
  305. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI PADA IBU POST PARTUM
  306. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI 
  307. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA 
  308. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA .
  309. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG BUKU KIA DENGAN PEMANFAATAN LAYANAN KIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  310. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS DENGAN KUNJUNGAN MASA NIFAS DI PUSKESMAS .
  311. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG KOLOSTRUM TERHADAP PEMBERIAN KOLOSTRUM (
  312. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG CARA MENYUSUI DENGAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU PRIMIPARA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS
  313. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP PEMANFAATANNYA DALAM BERSALIN DI DESA 
  314. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU 
  315. HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA DENGAN KEHAMILAN REMAJA 
  316. HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL DENGAN PERILAKU SEKSUAL 
  317. HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG GIZI IBU HAMIL DENGAN ANEMIA 
  318. HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MENARCHE DENGAN SIKAP REMAJA DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI SD
  319. HUBUNGAN PENGETAHUAN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN KUNJUNGAN NIFAS DENGAN KONSUMSI VITAMIN A PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  320. HUBUNGAN PENGGUNAAN BUKU KIA DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KESEHATAN IBU
  321. HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DENGAN PRESTASI BELAJAR DI SMK 
  322. HUBUNGAN PERSALINAN SUNGSANG DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
  323. HUBUNGAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU SAAT HAMIL DENGAN BERAT BAYI LAHIR
  324. HUBUNGAN POLA ASUH DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  325. HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA 
  326. HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH ASUHAN KEBIDANAN II DENGAN PENCAPAIAN KOMPETENSI MAHASISWA SEMESTER III DALAM PRAKTEK ASUHAN PERSALINAN KALA II 
  327. HUBUNGAN SEKSIO SESAREA DAN KELAHIRAN PREMATUR DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RS
  328. HUBUNGAN STATUS GIZI DAN RIWAYAT DISMENORE PADA KELUARGA DENGAN KEJADIAN DISMENORE 
  329. HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS 
  330. HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK DI TAMAN KANAK – KANAK 
  331. HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK DI TAMAN KANAK–KANAK
  332. HUBUNGAN STRES DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI TERHADAP MAHASISWA TINGKAT I AKBID .
  333. HUBUNGAN TINGKAT EKONOMI KADER DENGAN PERAN SERTA KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  334. HUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN ISPA DENGAN STATUS GIZI BALITA
  335. HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN MP-ASI DINI 
  336. HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA
  337. HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA (
  338. HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN TINGKAT EKONOMI KELUARGA DENGAN PERTUMBUHAN FISIK BALITA 
  339. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT EKONOMI KELUARGA KADER DENGAN PERAN SERTA KADER POSYANDU
  340. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT EKONOMI KELUARGA KADER DENGAN PERAN SERTA KADER POSYANDU
  341. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN TINGKAT EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RS
  342. HUBUNGAN UMUR KEHAMILAN DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN BBLR 
  343. HUBUNGAN USIA DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TERJADINYA PRE MENSTRUAL SYNDROM PADA WANITA USIA SUBUR
  344. HUBUNGAN USIA DAN PARITAS DENGAN KANKER SERVIKS PADA WANITA DI RSU
  345. HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN INTRA UTERINE FETAL DEATH DI RS
  346. HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RS. .
  347. HUBUNGAN USIA DAN PARITAS PADA IBU BERSALIN DENGAN KEHAMILAN SEROTINUS DI RS
  348. HUBUNGAN USIA DAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RS
  349. HUBUNGAN USIA DAN RIWAYAT ABORTUS DENGAN KEJADIAN PARTUS PREMATUR DI RUMAH SAKIT 
  350. HUBUNGAN USIA IBU BERSALIN DAN PREEKLAMPSI DALAM KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI KLINIK
  351. HUBUNGAN USIA IBU DAN RIWAYAT ABORTUS DENGAN KEJADIAN ABORTUS INCOMPLETUS DI RSB
  352. HUBUNGAN USIA IBU HAMIL DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI PUSKESMAS 
  353. HUBUNGAN USIA KEHAMILAN DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS 
  354. HUBUNGAN USIA, PARITAS DAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN DENGAN PERSALINAN SEKSIO SESAREA DI KLINIK
  355. HUBUNGAN USIA, PARITAS DAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN DENGAN PERSALINAN SEKSIO SESAREA 
  356. KARAKTERISTIK EFEK SAMPING ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DI DESA 
  357. KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB SUNTIK DI DESA .XX WILAYAH KERJA PUSKESMAS .
  358. KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB SUNTIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .
  359. KARAKTERISTIK ANAK BALITA DENGAN PNEUMONIA DI RS
  360. KARAKTERISTIK BALITA YANG MENDERITA ISPA DI PUSKESMAS
  361. KARAKTERISTIK BAYI BARU LAHIR POSTDATE DIRUANG BERSALIN RSUD 
  362. KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN EKSTRAKSI VAKUM DI RB .
  363. KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN KEHAMILAN LEWAT WAKTU (POSTDATE) DI PUSKESMAS .
  364. KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN PARTUS LAMA DI RS. .
  365. KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN RETENSIO PLASENTA DI BPS .
  366. KARAKTERISTIK IBU BERSALIN YANG MENGALAMI KOMPLIKASI PERSALINAN DI PUSKESMAS 
  367. KARAKTERISTIK IBU DENGAN BALITA BGM
  368. KARAKTERISTIK IBU DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM DI RUANG KEBIDANAN RSUD 
  369. KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI DESA
  370. KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PUSKESMAS 
  371. KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN HIPEREMISIS GRAVIDARUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  372. KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN PRE-EKLAMSI DI RUMAH SAKIT UMUM
  373. KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGALAMI PERDARAHAN ANTEPARTUM PADA KEHAMILAN TRIMESTER III DI RUANG BERSALIN 
  374. KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGKONSUMSI TABLET FE DI KELURAHAN .
  375. KARAKTERISTIK IBU MENYUSUI BAYI USIA 7-12 BULAN DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI POSYANDU
  376. KARAKTERISTIK IBU MENYUSUI YANG MEMBERIKAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI DESA 
  377. KARAKTERISTIK IBU MENYUSUI YANG MENGALAMI PUTTING SUSU LECET PADA SAAT AWAL LAKTASI (ANALISA KUALITATIF)
  378. KARAKTERISTIK IBU MENYUSUI YANG TIDAK MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DI DESA .
  379. KARAKTERISTIK IBU MENYUSUI YANG TIDAK MEMBERIKAN COLOSTRUM PADA BBL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .
  380. KARAKTERISTIK IBU NEONATUS DENGAN IMUNISASI TIDAK LENGKAP DI PUSKESMAS
  381. KARAKTERISTIK IBU PRIMIPARA YANG MEMILIKIBAYI 0-1 TAHUN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG RUAM POPOK DI PUSKESMAS .
  382. KARAKTERISTIK IBU YANG MEMERIKSAKAN PAP SMEAR DI RUMAH SAKIT .
  383. KARAKTERISTIK IBU YANG MENGALAMI ABORTUS DITINJAU DARI USIA, PARIETAS DAN JARAK KEHAMILAN DI RB
  384. KARAKTERISTIK IBU YANG MENYAPIH BAYI DI BAWAH USIA 1 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  385. KARAKTERISTIK KANKER SERVIKS DI RUANG KEBIDANAN RSUD 
  386. KARAKTERISTIK KEJANG DEMAM PADA ANAK DI RS
  387. KARAKTERISTIK NEONATUS DENGAN ASFIKSIA DI RUANG ANAK RSUD 
  388. KARAKTERISTIK PASANGAN USIA SUBUR YANG TIDAK MENGIKUTI PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DESA .
  389. KARAKTERISTIK PELAKSANAAN SENAM LANSIA DI POSYANDU .
  390. KARAKTERISTIK PERILAKU HUBUNGAN SEKS PRA NIKAH PADA REMAJA WANITA DI DESA 
  391. KECEMASAN PASANGAN SUAMI ISTRI DENGAN INFERTIL PRIMER DI RUMAH BERSALIN
  392. KECEMASAN TERHADAP PERUBAHAN FISIK WANITA USIA 45-55 TAHUN DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE 
  393. PELAKSANAAN METODE AMENORE LAKTASI PADA IBU PASCA NIFAS
  394. PELAKSANAAN RESUSITASI PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA OLEH TENAGA KESEHATAN DI RUMAH BERSALIN
  395. PENATALAKSANAAN PENCEGAHAN INFEKSI NIFAS DI RUANG KEBIDANAN RSU 
  396. PENATALAKSANAAN PENCEGAHAN INFEKSI PADA PROSES PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH BIDAN DI KLINIK 
  397. PENATALAKSANAAN PENCEGAHAN INFEKSI PADA PROSES PERTOLONGAN PERSALINAN DI KLINIK .
  398. PENATALAKSANAAN PIJAT BAYI OLEH DUKUN PIJAT BAYI PADA BAYI USIA 3-7 BULAN DI DESA 
  399. PENGARUH INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) TERHADAP INVOLUSI UTERUS PADA IBU POST PARTUM
  400. PENGARUH PERAWATAN ROOMING IN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM
  401. PENGETAHUAN DAN SIKAP AKSEPTOR KB PIL TENTANG EFEK SAMPING PIL ORAL KOMBINASI (POK) DI KELURAHAN
  402. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU MULTIGRAVIDA TENTANG ANEMIA DI PUSKESMAS
  403. PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS PELAKSANA PENANGANAN PENDERITA NAPZA TENTANG PENATALAKSANAAN NAPZA DI PANTI REHABILITASI
  404. PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI HEPATITIS B DI POSYANDU
  405. PENGETAHUAN BIDAN TENTANG JENIS MAKANAN YANG DIHINDARI IBU HAMIL
  406. PENGETAHUAN BIDAN TENTANG PENANGGULANGAN NYERI PERSALINAN NON FARMAKOLOGIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 
  407. PENGETAHUAN DAN APLIKASI MAHASISWI TINGKAT II AKBID . TENTANG PARTOGRAF
  408. PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN BIDAN PRAKTEK SWASTA DALAM PEMANTAUAN PERSALINAN KALA I DENGAN MENGGUNAKAN PARTOGRAF DI WILAYAH PUSKESMAS
  409. PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DALAM PENATALAKSANAAN MANAJEMEN RUJUKAN PADA IBU BERSALIN DENGAN KELAINAN OBSTETRI DI WILAYAH PUSKESMAS 
  410. PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN TENTANG METODE KANGGURU
  411. PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN TERHADAP APLIKASI PARTOGRAF 
  412. PENGETAHUAN DAN SIKAP DUKUN TERLATIH DALAM MENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH PUSKESMAS 
  413. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KOMPLIKASI KEHAMILAN DI WILAYAH PUSKESMAS 
  414. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG RESIKO 4 T
  415. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG SEKSUALITAS PADA KEHAMILAN TRIMESTER III DI RB 
  416. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TABLET TAMBAH DARAH (FE) DALAM MENCEGAH ANEMIA KEHAMILAN DI BPS 
  417. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TEKNIK PRENATAL BREASTCARE, POSTNATAL BREASTCARE DAN TEKNIK MENYUSUI DI RB 
  418. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP SEKSUALITAS SELAMA KEHAMILAN
  419. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU POST SEKSIO SESAREA TENTANG MOBILISASI DINI DI RUMAH BERSALIN
  420. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU PRIMIGRAVIDA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH PUSKESMAS 
  421. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) PADA BAYI USIA 6-24 BULAN DI DESA 
  422. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG TEKNIK MENGEDAN YANG BENAR PADA PROSES PERSALINAN NORMAL
  423. PENGETAHUAN DAN SIKAP PASANGAN USIA SUBUR TENTANG INFERTILITAS
  424. PENGETAHUAN DAN SIKAP PEKERJA SEKS KOMERSIAL TENTANG HIV/AIDS DI EKS LOKALISASI
  425. PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA AWAL TENTANG PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA MASA PUBERTAS DI SLTPN 
  426. PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG GANGGUAN MENSTRUASI DI SLTP
  427. PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG KEPUTIHAN
  428. PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG MASTURBASI
  429. PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH DI SMU 
  430. PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA KELAS I SMP TENTANG PUBERTAS DI SMP
  431. PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMU TENTANG SEKSUALITAS PADA REMAJA DI SMU
  432. PENGETAHUAN DAN TINDAKAN IBU DALAM PERAWATAN PERIANAL TERHADAP PENCEGAHAN RUAM POPOK PADA NEONATUS
  433. PENGETAHUAN DUKUN TERLATIH TENTANG TIGA BERSIH DALAM PERTOLONGAN PERSALINAN DI DESA 
  434. PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG STATUS GIZI PADA BALITA DI KELURAHAN 
  435. PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG TB PARU BALITA DI RUANG KIA PUSKESMAS
  436. PENGETAHUAN IBU BERSALIN TENTANG RAWAT GABUNG DI RUANG KEBIDANAN 
  437. PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DAN TABLET FE
  438. PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENYEBAB KEMATIAN NEONATAL DI PUSKESMAS 
  439. PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG POSKESDES DI DESA
  440. PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA DALAM KEHAMILAN DI KAMPUNG 
  441. PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP DAMPAK MENGKONSUMSI KOPI BAGI KEHAMILAN DI BPS .
  442. PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK 
  443. PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ALAT KONTRASEPSI SELAMA LAKTASI DI KELURAHAN 
  444. PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG CARA MENYUSUI DI DESA . 
  445. PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG DAMPAK PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA KURANG DARI 6 BULAN DI DESA 
  446. PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG DAMPAK PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA KURANG DARI 6 BULAN
  447. PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI 6 – 24 BULAN 
  448. PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG SENAM NIFAS
  449. PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA MASA NIFAS DI RUANG KEBIDANAN
  450. PENGETAHUAN IBU POSTPARTUM TENTANG INFEKSI TALI PUSAT DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS
  451. PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG KEHAMILAN DI BPS
  452. PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG KEHAMILAN DI RB .
  453. PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TERHADAP PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA MASA KEHAMILAN DI BPS. .
  454. PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III TENTANG TANDA-TANDA PERSALINAN DI BPS .
  455. PENGETAHUAN IBU PRIMIPARA 3-6 HARI TENTANG BENDUNGAN ASI
  456. PENGETAHUAN IBU PRIMIPARA TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS .
  457. PENGETAHUAN IBU PRIMIPARA TENTANG MASA NIFAS DI RUMAH BERSALIN 
  458. PENGETAHUAN IBU TENTANG ABORTUS INCOMPLETUS DI RUANG KEBIDANAN
  459. PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DI PUSKESMAS
  460. PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI IBU HAMIL DI BPS
  461. PENGETAHUAN IBU TENTANG PENGGANTI AIR SUSU IBU DI
  462. PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN MOTORIK PADA BALITA USIA 3-5 TAHUN DI POSYANDU]
  463. PENGETAHUAN IBU TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA BALITA DEMAM DI PUSKESMAS 
  464. PENGETAHUAN IBU TENTANG SIRKUMSISI PADA ANAK PEREMPUAN
  465. PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI PADA BAYI USIA 0 – 12 BULAN DI KELURAHAN 
  466. PENGETAHUAN IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG BALITA USIA 1-2 TAHUN DI DESA .
  467. PENGETAHUAN IBU YANG MENIKAH PADA USIA MUDA TENTANG PERSIAPAN KEHAMILAN DI DESA
  468. PENGETAHUAN PASANGAN INFERTIL TENTANG INFERTILITAS DI PUSKESMAS 
  469. PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG KONTRASEPSI VASEKTOMI 
  470. PENGETAHUAN PRIMIGRAVIDA TENTANG ANEMIA PADA KEHAMILAN DI PUSKESMAS 
  471. PENGETAHUAN PRIMIGRAVIDA TENTANG TANDA-TANDA PERSALINAN SEMU
  472. PENGETAHUAN REMAJA AWAL (11-13 TAHUN) TENTANG PENGERTIAN DAN PERUBAHAN FISIK PUBERTAS DI SMP .
  473. PENGETAHUAN REMAJA PUTRI MASA PUBERTAS TENTANG SEKS SEKUNDER 
  474. PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KANKER PAYUDARA DI .
  475. PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG MENSTRUASI DI SMP .
  476. PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG SADARI
  477. PENGETAHUAN SISWA-SISWI TENTANG BAHAYA NARKOBA DI SMA .
  478. PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA SISWA .
  479. PENGETAHUAN TENTANG ISPA PADA IBU YANG MEMILIKI BALITA SAKIT ISPA YANG BEROBAT KE PUSKESMAS
  480. PENGETAHUAN USIA LANJUT TENTANG KEBUTUHAN GIZI USIA LANJUT DI POSYANDU LANSIA 
  481. PENGETAHUAN WANITA PRA-MENOPAUSE TENTANG GEJALA-GEJALA FISIK MENOPAUSE 
  482. PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG METODE KONTRASEPSI EFEKTIF TERPILIH DI PUSKESMAS .
  483. PENGETAHUAN,SIKAP DAN EKONOMI IBU YANG MEMILIKI BALITA DENGAN KEJADIAN DIARE
  484. PENGETAHUAN,SIKAP DAN PRAKTEK PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH DUKUN DI WILAYAH PUSKESMAS 
  485. PENGETAHUAN,SIKAP, DAN PRAKTIK NARAPIDANA TENTANG PENYALAHGUNAAN NAPZA
  486. PENGETAHUAN,SIKAP, KETERAMPILAN BIDAN DALAM PENGGUNAAN PARTOGRAF DI PUSKESMAS
  487. PENYEBAB STATUS GIZI KURANG PADA IBU HAMIL
  488. PERBANDINGAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN MULTIPARA DAN PRIMIPARA TENTANG TEKNIK MENYUSUI
  489. PERBEDAAN POSISI MIRING DAN SETENGAH DUDUK PADA IBU BERSALIN TERHADAP PERCEPATAN PERSALINAN KALA II DI BPS 
  490. PERBEDAAN TEKNIK KOMPRES HANGAT DAN TEKNIK MASASE UNTUK MENGURANGI NYERI PERSALINAN KALA I DI BPS
  491. PERILAKU REMAJA PUTRI DALAM MENANGANI KEPUTIHAN DI SEKOLAH MENENGAH UMUM 
  492. SIKAP DAN TINDAKAN BIDAN TERHADAP PENANGANAN RETENSIO PLASENTA
  493. SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PELAYANAN ANTENATAL DI PUSKESMAS 
  494. STUDI TENTANG MOTIVASI MAHASISWI MEMILIH PROFESI BIDAN 
  495. TINDAKAN BIDAN DALAM PENERAPAN INISIASI MENYUSU DINI
  496. TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KIA OLEH BIDAN DI PUSKESMAS 
  497. TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA D III KEBIDANAN SEMESTER IV TENTANG TEKNIK PENGISIAN PARTOGRAF
  498. TINJAUAN EFEK SAMPING ALAT KONTRASEPSI PADA AKSEPTOR KB PIL
  499. TINJAUAN PELAKSAAN PENCEGAHAN INFEKSI PADA ASUHAN PERSALINAN NORMAL OLEH BIDAN DIRUANG KEBIDANAN RS
  500. TINJAUAN PELAKSANAAN IMUNISASI CAMPAK DI POSYANDU 
  501. TINJAUAN PELAKSANAAN KEGIATAN PONDOK SAYANG IBU (PSI) DI DESA BADAK WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  502. TINJAUAN PELAKSANAAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN DI PUSKESMAS .
  503. TINJAUAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) KOLOSTRUM PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RUANG KEBIDANAN 
  504. TINJAUAN PENATALAKSANAAN KEJANG DEMAM DI RUANG ANAK RUMAH SAKIT UMUM 
  505. TINJAUAN PENATALAKSANAAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT NON PNEMONIA PADA BALITA USIA 2 BULAN – 5 TAHUN DI PUSKESMAS 
  506. TINJAUAN PENATALAKSANAAN PERAWATAN TALI PUSAT PADA NEONATUS DI RUMAH SAKIT UMUM 
  507. TINJAUAN PENERAPAN RUMUS JOHNSON-TAUSAK PADA IBU INPARTU DI BPS.
  508. TINJAUAN PENYEBAB DILAKUKANNYA CURETTAGE DI RUMAH SAKIT
By bascommetro Posted in Tak Berkategori

Gambaran penatalaksanaan efek samping kontrasepsi IUD oleh bidan di puskesmas

Penggunaan alat kontrasepsi merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan dari Keluarga Berencana. Pasangan usia subur di Indonesia sebesar 34 juta  dan peserta KB aktif sebesar 60%. Sebagian besar akseptor KB di Indonesia menggunakan kontrasepsi suntik  (27,8%) dan untuk KB IUD hanya 6,2% dengan angka drop out sebesar 8,9% disebabkan karena mengalami efek samping sebesar 14,4%.
Berdasarkan data yang diperoleh dari puskesmas Kota gajah tahun 2006, dari jumlah pasangan usia subur yaitu 5412 yang menjadi peserta KB aktif 4359 sedangkan akseptor KB IUD hanya 97 orang (2,2%).Rendahnya jumlah akseptor disebabkan karena mengalami efek samping. Dengan adanya fakta yang diperoleh maka angka drop out cukup tinggi (25%) hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya masih ada bidan yang dalam melakukan penatalaksanaan efek samping kontrasepsi tidak sesuai dengan teori yang ada.
Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan efek samping kontrasepsi IUD oleh  bidan yang ditinjau dari perdarahan, keputihan, ekpulsi dan nyeri di wilayah kerja Puskesmas Kotagajah.
Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kuantitatif deskriptif, dimana penelitian ini menyajikan gambaran tentang penatalaksanaan efek samping kontrasepsi IUD oleh bidan. Subjek penelitian ini adalah seluruh bidan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kotagajah. Objek penelitian ini adalah penatalaksanaan efek samping kontrasepsi IUD. 
Populasi penelitian ini adalah seluruh bidan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kotagajah sebanyak 12 responden, sedangkan pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dengan tehnik acicdental, alat pengumpul data adalah checklist dengan skala ukur ordinal. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat yang menghasilkan distribusi persentasi dari sub variabel.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penatalaksanaan efek samping kontrasepsi IUD tentang perdarahan dalam kategori cukup 62,9%, Penatalaksanaan efek samping kontrasepsi IUD dengan keputihan dalam kategori  cukup 72,5%, Penatalaksanaan efek samping kontrasepsi IUD dengan ekpulsi dalam kategori  cukup 70,5%, Penatalaksanaan efek samping kontrasepsi IUD dengan nyeri dalam kategori  cukup 70,5%
Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan penulis secara keseluruhan dalam penatalaksanaan efek samping kontrasepsi IUD oleh bidan di Puskesmas Kotagajah di kategorikan cukup dengan persentase 61,9%.  
Kata Kunci : Bidan, penatalaksanaan, Efek samping Kontrasepsi IUD
  
nda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Faktor-faktor Rendahnya Kunjungan Balita di Posyandu

Posyandu merupakan satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari oleh untuk dan bersama masyarakat dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan, guna memperdayakan masyarakat dan pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran mengenai faktor-faktor rendahnya kunjungan balita di Posyandu Nusa Indah Desa Bandarejo Kecamatan Natar, ditinjau dari faktor pendidikan, ekonomi dan pekerjaan.
Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif, subjek penelitian ini adalah ibu-ibu yang tidak membawa balitanya, objek penelitian ini adalah faktor-faktor rendahnya kunjungan balita di Posyandu Nusa Indah Kecamatan Natar Lampung Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang membawa balitanya ke Posyandu Nusa Indah yang berjumlah 56 orang dan sampel yang diambil sebanyak 34 orang dari populasi. 
Tehnik pengumpulan data menggunakan angket dan alat ukur berupa kuesioner. Analisis data pada penelitian menggunakan analisis univariat. Dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi, dengan hasil ukur berupa presentase. 
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor rendahnya kunjungan balita di Posyandu Nusa Indah Kecamatan Natar ditunjukkan dengan faktor tingkat pendidikan yang paling banyak adalah ibu dengan tingkat pendidikan rendah (SD, SMP) yaitu 24 orang (70,6%) berdasarkan tingkat ekonomi yang terbanyak adalah ibu dengan tingkat ekonomi rendah yaitu 31 orang (91,1%) dan berdasarkan pekerjaan ibu yang terbanyak adalah petani yaitu 17 orang (50%). 
Kesimpulan dari penelitian ini faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kunjungan balita di Posyandu Nusa Indah Kecamatan Natar Lampung Selatan, menunjukkan bahwa faktor yang terbesar adalah faktor ekonomi dan faktor yang terkecil adalah faktor pekerjaan. Saran dalam penelitian ini, kepada bidan desa agar dapat memberikan informasi tentang kunjungan balita dan ibu-ibu dapat lebih aktif untuk meningkatkan rendahnya kunjungan balita di Posyandu Nusa Indah Kecamatan Natar Lampung Selatan. 
Kata Kunci : Kunjungan Balita, Posyandu 
nda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche dengan Sikap Remaja Putri Dalam Menghadapi Menarche

Menarche adalah saat haid / menstruasi yang datang pertama kali yang sebenarnya merupakan puncak dari serangkaian perubahan yang terjadi pada seorang remaja putri sedang menginjak dewasa dan sebagai tanda sudah mampu hamil. Usia remaja putri saat menarche bervariasi, yaitu antara 10-16 tahun, tetapi rata-rata pada usia 12,5 tahun. Berdasarkan hasil prasurvey terdapat 58 siswi kelas 6 di SD N 1 Tanjung Raya, Mesuji dari 58 siswi tersebut diambil 10 orang sebagai responden dan didapat 50% siswi berpengetahuan kurang dan 70% siswi yang bersikap tidak mendukung dalam menghadapi menarche. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dalam menghadapi menarche adalah pengetahuan, dukungan orang tua, lingkungan dan sosial budaya. 
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi pengetahuan, sikap dan hubungan pengetahuan remaja putri tentang menarche dengan sikap remaja putri dalam menghadapi menarche, di SD N 1 Tanjung Raya, Mesuji.
Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan crossectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 58 siswi dengan menggunakan sampel populasi. Instrumen pengumpulan data dengan cara angket dan alat ukur kuisioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan chi square.
Hasil analisis penelitian dari 58 responden menunjukan sebagian besar proporsi pengetahuan kurang baik 51,73%, dan proporsi sikap yang tidak mendukung 53,45% . Hasil analisis dengan uji chi square  didapat X2 = 6,842, P-value = 0,019 (P<0,05), OR = 4,2 yang berarti Ha diterima yaitu ada hubungan bermakna antara pengetahuan remaja putri tentang menarche dengan sikap remaja putri dalam menghadapi menarche. 
Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang menarche dengan sikap remaja putri dalam menghadapi menarche. Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan bagi guru sekolah khususnya guru BP agar dapat memberikan konseling tentang menarche dan bagaimana cara menyikapinya. Sehingga remaja putri dapat meningkatkan pengetahuannya tentang menarche dan dapat mempersiapkan diri saat menarche datang.
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Menarche
Daftar Bacaan : 29 (1997-2010)
nda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Faktor Penyebab Rendahnya Pengetahuan Remaja Awal Tentang Pendidikan Seks di SMP

Remaja awal memiliki keingintahuan yang tinggi tentang seks, namun hanya sedikit orang yang mempu menjelaskan masalah seks pada remaja karena menganggap membicarakan tentang seks adalah hal yang tidak biasa, aneh, dan sangat tabu, bahkan dianggap porno. Ini menyebabkan rendahnya pengetahuan remaja awal tentang pendidikan seks. Pendidikan seks yang rendah mengakibatkan banyaknya seks bebas dikalangan remaja baik pria maupun wanita. Berdasarkan survei pada tahun 2000 terdapat remaja yang pernah melakukan seks bebas sebanyak 29,9%. Rendahnya pengetahuan remaja awal tentang pendidikan seks dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor keluarga dan faktor lingkungan sosial.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab rendahnya pengetahuan remaja awal tentang pendidikan seks di SMP Negeri 3 Metro.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SMP Negeri 3 Metro, sedangkan objek penelitiannya yaitu penyebab rendahnya pengetahuan remaja awal tentang pendidikan seks ditinjau dari fakor keluarga dan faktor lingkungan sosial. Sampel yang digunakan adalah 25% dari jumlah populasi. Besar sampel penelitian ini adalah 64 siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan teknik analisa data persentase. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar kuesioner.
Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan penulis, secara umum didapatkan bahwa rendahnya pengetahuan remaja awal tentang pendidikan seks di pengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor keluarga dan faktor lingkungan sosial. Sebanyak 65,3% siswa yang tidak pernah diberikan pendidikan seks oleh keluarganya dan 74,66% siswa yang tidak pernah diberikan pendidikan seks oleh lingkungan sosialnya.
Kata Kunci : Pengetahauan, Pendidikan Seks, Faktor Keluarga, Faktor Lingkungan Sosial
Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Evaluasi Pelaksanaan Pos Kesehatan Desa (POSKESDES) di Wilayah Puskesmas

Pencapaian target MDG,s tahun 2015 serta menurunkan AKI dan AKB, dicanangkanlah gerakan Indonesia Sehat 2010 dengan membentuk desa siaga. Perwujudan desa siaga adalah dalam rangka mempercepat pencapaian desa sehat. Kriteria desa sehat adalah minimal memiliki Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Hasil pra survey yang dilakukan penulis pada bulan Agustus 2009 terhadap 2 dari 13 Poskesdes di Puskesmas Sukaraja Nuban Kabupaten Lampung Timur, dimana hari buka pelayanannya hanya 2 hari dalam seminggu dengan waktu buka dari pukul 09.00 WIB – 12.00 WIB. Kegiatan utama yang dilakukan dari ke-2 Poskesdes tersebut hanya pelayanan pengobatan medis dasar sehingga terkesan Poskesdes adalah miniaturnya Puskesmas, yang seharusnya kegiatan Poskesdes adalah setiap hari dan dari 2 desa tersebut  masih terdapat kejadian luar biasa (KLB) DBD, adanya 7 kasus gizi buruk, dan 1 balita gizi buruk meninggal dunia.
Tujuan Penelitian adalah mengetahui evaluasi pelaksanaan kegiatan Poskesdes dilihat dari segi input, proses dan output. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan disain penelitian evaluasi yaitu untuk menilai suatu program yang sedang atau sudah dilaksanakan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Poskesdes  yang ada di wilayah Puskesmas XXX, sedangkan sampelnya adalah total populasi, teknik pengumpulan data dengan wawancara bidan Poskesdes dengan alat pengumpul data dengan cheklist, cara ukur dengan lembar observasi, analisis data secara univariate
Hasil penelitian variabel input menunjukkan dari 13 Poskesdes yang ada, 84,6% mempunyai kader ≥ 2 orang yang telah dilatih, 100 % tenaga kesehatan di Poskesdes adalah bidan yang telah dilatih, 100% Poskesdes dilakukan pembinaan oleh petugas puskesmas, sarana yang belum tersedia adalah sarana komunikasi yaitu baru mencapai 61,5% dan sarana transportasi baru mencapai 7,3%. Semua Poskesdes telah mempunyai tempat pelayanan dan dana operasional. Hasil penelitian variabel proses diperoleh hasil yaitu frekuensi pertemuan forum kesehatan masyarakat desa yang terbanyak adalah sebulan sekali yaitu 12 Poskesdes (92,3%), namun hanya 1 (7,7%) Poskesdes yang frekuensi hari buka dan jam pelayanan setiap hari dan selama 24 jam, diperoleh pula variabel output pelaksanaan Poskesdes yaitu cakupan K4 ≥ 90% sebanyak 76,9 % Poskesdes, cakupan persalinan  ≥ 90 %  sebanyak 61,5% Poskesdes cakupan KN2 ≥ 85 %  sebanyak 61,5% Poskesdes, cakupan BBLR ≥ 85 %  sebanyak 100 % Poskesdes, cakupan bayi dan anak balita berat badan tidak naik ditangani ≥ 90 %  sebanyak 61,5% Poskesdes, cakupan balita gakin umur 6 – 24 bulan yang mendapat MP-ASI ≥ 90 %  sebanyak 53,8% Poskesdes, cakupan imunisasi lengkap ≥ 90 %  sebanyak 84,6 % Poskesdes, cakupan pelayanan gawat darurat dan KLB dalam tempo < 24 jam  ditangani ≥ 45 %  sebanyak 53,8% Poskesdes, cakupan keluarga yang mempunyai jamban ≥ 90 %  sebanyak 53,8% Poskesdes, cakupan keluarga yang dibina sadar gizi ≥ 90 %  sebanyak 69,2% Poskesdes, cakupan keluarga menggunakan garam beryodium ≥ 90 %  sebanyak 100 % Poskesdes, Poskesdes yang mempunyai visualisasi data kesehatan lingkungan sebanyak 92,3%
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Poskesdes di Puskesmas Sukaraja Nuban secara umum sudah cukup baik namun perlu upaya peningkatan sarana yaitu sarana komunikasi dan transportasi, membuka Poskesdes setiap hari selama 24 jam dan peningkatan cakupan penanganan gawat darurat serta KLB dalam tempo kurang dari 24 jam
Kata Kunci : Evaluasi, Poskesdes
Daftar Bacaan : 21 (2001 – 2009)

Determinan Pemberian Konsumsi Buah Segar Pada Balita Di Posyandu

Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk yang cukup besar, dimana hal tersebut merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya adalah melalui perbaikan pangan dan gizi antara lain pada kelompok buah dan sayuran. Saat ini konsumsi buah di perkotaan dan pedesaan 50% dari kecukupan harian. Didalam pola pangan harapan (PPH) dimana jumlah konsumsi buah adalah 250 g/kapita/hari untuk dewasa dan untuk balita 60% dari kebutuhan dewasa + 150 g/kapita/hari. Buah adalah komiditas pangan yang dibutuhkan oleh tubuh, fungsi buah adalah sebagai zat pengatur, karena didalam buah terdapat zat gizi yang sangat diperlukan tubuh seperti, vitamin mineral dan serat. Oleh karena itu pengetahuan tentang determinan konsumsi buah pada balita sangat diperlukan guna membentuk sumber daya manusia yang mandiri dan berkualitas dalam rangka pembangunan nasional. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja determinan pemberian konsumsi buah segar pada balita di Posyandu Kantil MXXXX. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif dimana hasil penelitian menyajikan gambaran tentang determinan pemberian konsumsi buah segar pada balita di Posyandu Kantil XXX. 
Subyek penelitian ini adalah ibu – ibu yang memiliki balita di Posyandu Kantil XXXX. Obyek penelitian adalah determinan pemberian konsumsibuah segar pada balita yang meliputi determinan pendidikan, determinan tingkat ekonomi (pendapatan) determinan  jumlah anggota keluarga, determinan sosial budaya dengan sub variabel pola makan dalam sehari dan pantangan terhadap konsumsi buah. Populasi adalah ibu – ibu yang memiliki balita yang berjumlah 40 orang. Sampel pada penelitian ini total populasi 
Hasil yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa determinan konsumsi buah segar meliputi ibu dengan pendidikan tamat SMA 55%, tingkat ekonomi (penghasilan keluarga) Rp. 325.000,- perbulan 42%, jumlah anggota keluarga dengan jumlah anak < 2 77,5%, sosial budaya yang meliputi pola makan 3x sehari 97,5% dan tidak memiliki pantangan konsumsi buah segar 92,5%.
Kata Kunci : Konsumsi Buah Segar, Balita.
Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

By bascommetro Posted in Tak Berkategori

Determinan Pemanfaatan Tenaga Bidan Desa Dalam Pertolongan Persalinan

Angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (AKI), dan angka harapan hidup merupakan indikator yang menggambarkan derajat kesehatan masyarakat. Saat ini AKI di Indonesia adalah 334 per 100.000 kelahiran hidup (KH) dan AKB diperkirakan sebesar 50 per 1000 KH. Tidak semua kehamilan berakhir dengan persalinan yang berlangsung  normal, 30,7 % persalinan disertai dengan komplikasi, dimana bila tidak ditangani dengan cepat dan baik dapat meningkatkan kematian ibu. Sebagai negara berkembang Indonesia mengalami masalah-masalah yaitu : sebagian besar ibu-ibu melahirkan dirumah, kurang dari 50 % kelahiran ditolong oleh petugas kesehatan yang terlatih, sejumlah substansial kematian ibu terjadi pada tingkat masyarakat, fasilitas kesehatan didaerah pedesaan terisolasi karena kurangnya infrastruktur dan komunikasi, serta keterbatasan jumlah dokter dan penyebaran yang tidak merata dari sumber-sumber kesehatan terutama di daerah pedesaan. Salah satu faktor penting dalam upaya penurunan AKI tersebut yaitu penyediaan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dekat dengan masyarakat. Kebijakan Departemen Kesehatan RI untuk mempercepat penurunan AKI adalah mengupayakan agar : 1) setiap persalinan ditolong atau minimal didampingi oleh bidan, dan 2) pelayanan obstetri sedekat mungkin kepada semua ibu hamil.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai faktor –faktor yang berperan terhadap pemanfaatan tenaga bidan desa dalam pertolongan persalinan dilihat dari faktor pendidikan, faktor ekonomi, dan faktor jarak ketempat bidan. Subyek dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang  bersalin pada bidan desa di wilayah kerja Puskesmas Putih Doh Kecamatan Cukuh Balak tahun 2003. Besarnya sampel penelitian adalah 25 responden dengan teknik pengambilan sampel secara acak sederhana.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner, yang digunakan untuk mengukur tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, dan jarak ke tempat bidan.
       
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang bersalin pada bidan desa yang terbanyak adalah dengan tingkat pendidikan tamat SLTP sebesar 44 %,  dengan tingkat ekonomi menengah antara Rp.325.000,- sampai dengan Rp.700.000,- perbulan sebanyak 60 %, dan dengan jarak tempuh ke tempat bidan kurang dari 5 km sebanyak 88 %. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan ibu, tingkat ekonomi, dan jarak ke tempat bidan sangat berperan terhadap pemanfaatan tenaga bidan desa dalam pertolongan persalinan.
Kata Kunci : Pemanfaatan Tenaga Bidan, Pertolongan Persalinan.
Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Determinan Ibu Tidak Menimbangkan Balitanya Di Posyandu

Penimbangan merupakan salah satu cara untuk mengetahui status gizi anak. Penimbangan dilakukan untuk menilai pertumbuhan fisik anak yang tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan non fisik. Penimbangan merupakan upaya penjaringan yang dilakukan secara komprehensif untuk menentukan penyimpangan aspek pertumbuhan dan mengetahui serta mengenal faktor resiko. Namun pada kenyataannya masih banyak balita yang tidak mendapatkan penimbangan, hal ini dipengaruhi oleh banyak hal seperti faktor pendidikan, ekonomi dan pekerjaan ibu sebagai orang yang paling berperan dalam perawatan keluarga terutama balita. 
Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran mengenai determinan ibu tidak menimbangkan balitanya di Posyandu Melati Kelurahan XXX. Subjek penelitian ini adalah semua ibu-ibu yang tidak menimbangkan balitanya di Posyandu Melati Kelurahan XXXX. Sampel dalam penelitian adalah total populasi atau seluruh ibu-ibu yang tidak menimbangkan balitanya yaitu 31 orang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif. Pengumpulan  data dilakukan dengan menggunakan instrumen pengumpulan data yaitu kuesioner. 
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendidikan pendidikan berpengaruh pada ibu yang tidak menimbangkan balitanya, ditunjukkan dengan tingkat pendidikan yang paling banyak adalah SD yaitu 54,9%. Faktor ekonomi tampak berpengaruh pada ibu yang tidak menimbangkan balitanya, ditunjukkan dengan tingkat penghasilan rata-rata perbulan yang paling banyak adalah Rp 325.000,- s.d Rp 700.000,- yaitu 64,5%, sedangkan sisanya adalah dengan tingkat penghasilan rendah < Rp 325.000,- yaitu 35,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pekerjaan berpengaruh pada ibu yang tidak menimbangkan balitanya, ditunjukkan dengan sebagian besar adalah buruh yaitu 71%.
Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Perilaku Keluarga Sadar Gizi

Kelaparan dan gizi buruk masih menjadi ancaman bagi 1 miliar penduduk dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menunjukkan bahwa orang yang kurang gizi di seluruh dunia telah meningkat sebesar 75 juta untuk 923 juta. Dalam sensus Riset Kesehatan Dasar 2010 (Riskesdas), tercatat jumlah balita di Indonesia sebanyak 26,7 juta, 17,9% diantaranya atau 4,7 juta balita menderita gizi kurang dan 5,4% atau 1,3 juta balita menderita menderita gizi. Pemerintah telah mengupayakan penanggulangan masalah gizi salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui keluarga sadar gizi atau disebut juga dengan Kadarzi. Namun, pencapaian indikator Kadarzi di Kota XXX masih belum memuaskan, dimana cakupan Kadarzi untuk masing-masing kelurahan belum mencapai target pemerintah (80%). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan keluarga sadar gizi (Kadarzi) di Kelurahan XXX”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang Kadarzi dengan perilaku keluarga sadar gizi (Kadarzi) di Kelurahan XXX tahun 2011.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian analitik, populasi berjumlah 665 keluarga, pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling (SRS) dengan menggunakan tabel bilangan acak yang berjumlah 250 responden yaitu ibu-ibu dalam suatu keluarga. Data diperoleh melalui kueisoner selanjutnya diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.
Hasil analisis menunjukan dari 250 responden, pengetahuan ibu tentang Kadarzi 43,2% dalam katagori baik dan 56,8% katagori kurang. Sikap ibu tentang Kadarzi 48% mendukung dan 52% tidak mendukung. 65,6% keluarga memiliki perilaku Kadarzi belum baik dan 34,4% memiliki perilaku Kadarzi baik. Hasil uji chi square “Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Perilaku Kadarzi” didapat nilai p-value 0,000 (p<0,05) dan “Hubungan Sikap Ibu dengan Perilaku Kadarzi” didapat nialai p-value 0,000 (p<0,05).  
Kesimpulan penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku Kadarzi. Saran hasil penelitian meningkatkan program peningkatan gizi khususnya program keluarga sadar gizi dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang kadarzi atau meningkatkan kesadaran ibu-ibu rumah tangga tentang pentingnya program Kadarzi.
Kata Kunci : Perilaku, Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi), Pengetahuan,Sikap.
Daftar Bacaan : 30 (1995-2011)
Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA